Senin, 03 Juni 2013

Peran Aktif Budaya Dalam Kehidupan Bermasyarakat

Kemajuan ilmu dan teknologi telah membuat jarak dan ruang menjadi tanpa batas. Segala peristiwa di berbagai belahan dunia dengan mudah diakses dan diketahui dalam hitungan detik. Hal ini tentu memberikan dampak baik positif maupun negatif terhadap pemaknaan fenomena-fenomena tersebut” ungkap Ridho. “ Lebih jauh, manusia sebagai subjek sekaligus objek dalam proses pemaknaan tersebut memiliki latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi dan budaya yang beragam sehingga memungkinkan timbulnya letupan-letupan konflik baik dalam tataran kelompok masyarakat, bangsa, bahkan antar Negara” jelasnya. Seminar yang dibuka oleh Dekan FIB, Dr. Agus Maladi Irianto, MA. menghadirkan pembicara dalam seminar tersebut Dr. Nico L. Kana, Dr. Katrin Bandel, Prof. Kyoji Honda dan Prof. Nurdien HK, MA. Dr, Nico L Kana yang berbicara tentang Paradigma Pendekatan Budaya dalam Mendesain Kebijakan Pemerintah menyimpulkan bahwa Jaminan Kebudayaan Indonesia itu terbangun jika mengikutsertakan nilai nilai dan pengalaman-pengalaman positif yang ada di tiap komunitas anggota bangsa, yang dilandasi dengan Pancasila dan tiap silanya serta tujuh butir budaya untuk merespon realitas sosial-kultural. Sistem Sosial ekonomi dan Sistem Sosial-budaya dalam masyarakat majemuk menjadi Topik yang di kemukakan oleh Prof. Nurdien HK, MA. Ia mengatakan bahwa “manusia dan kebudayaan bersama-sama menyusun kehidupan dengan konsepsi tentang kebudayaan yang bisa dilakukan dengan penyimbolan. Sistematisasi sosial-ekonomi dan sosial budaya terjadi melalui penyesuaian bersama dalam norma-norma, ide-ide, nilai-nilai, estetika, tradisi dan kebiasaan yang saling berkaitan”. “Kiranya perlu pengembangan konsepsi system sosial-ekonomi dan system sosial-budaya berbasis dinamika, sistematis dan berkelanjutan bagi masyarakat-bangsa Indonesia yang majemuk dan multikultural” tambahnya

0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Poskan Komentar